KESIMPULAN

Berdasarkan uraian – uraian di atas, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1.      Sejarah
a.       Sejarah dan latar belakang berdirinya Desa Adat Sebatu mempunyai kaitan yang sangat erat dengan cerita tradisi Sang Mayadenawa, yang tersurat dalam lontar Usana Bali.
b.      Mengenai nama Desa Adat Sebatu kemungkinan berasal dari kata Sauhbatu (tergelincir pada batu), yang lama – kelamaan disebut Sebatu hingga sekarang.

2.      Unsur Ketuhanan
Adanya rasa sujud bakti yang ikhlas kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa, oleh masyarakat Desa Adat Sebatu dapat dilihat dari :
a.       Banyaknya Kahyangan / Pura yang tersebar di seluruh wilayah desa, baik kahyangan tersebut dimiliki oleh Krama Desa, Banjar, Subak maupun Pura yang kecil seperti Sanggah / Pemerajan sebagai milik golongan / keluarga, semuanya dijaga, dirawat secara teratur dalam hal kebersihan dan perbaikannya.
b.      Dilaksanakannya upacara – upacara piodalan . pujawali di masing – masing Kahyangan / Pura sepanjang tahun.
c.       Adanya perlengkapan sarana dalam menunjang upacara – upacara tersebut.
d.      Banyaknya umat yang datang untuk melakukanpersembahyangan tatkala berlangsungnya upacara – upacara di masing – masing pura.

3.      Unsur Pawongan
a.       Adanya awig – awig yang tertulis dan tidak tertulis yang tetap berlaku dan ditaati oleh masyarakat.
b.      Masih berlakunya adat – istiadat tradisionil yang bersifat elastis dan menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman
c.       Adanya sinkrunisasi antara perangkat desa yang satu dengan yang lain dalam segala tindak – tanduk yang berhubugan dengan masalah Desa Adat / Banjar.
d.      Terdapatnya hubungan timbal balik antara Krama Desa / Banjar dengan generasi muda.
e.       Turut sertanya generasi muda dalam menunjang suksesnya pembangunan di Desa.
f.       Adanya peranserta masyarakat yang cukup besar terhadap pembangunan di Desa khususnya dan Negara umumnya.

4.      Unsur Palemahan
Menyangkut masalah Palemahan, Desa Adat Sebatu telah menata diri sedemikian rupa, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang sejuk, sehat dan damai, yang sesuai dengan apa yang diidamkan masyarakat, serta tidak menyimpang dari konsepsi keagamaan. Usaha – usaha ini telah lama dirintis serta dijaga dan untuk seterusnya bisa berkembang secara lestari. Hal yang demikian itu dapat dilihat dari :
a.       Letak – letak Kahyangan / Pura terutama Pura Kahyangan Tiga sesuai dengan konsepsi agama yang disebut Tri Mandala
b.      Tempat tinggal atau pola menetap masyarakat juga tidak menyimpang dengan Tri Mandala.
c.       Kebersihan dalam menata lingkungan telah menjadi suatu kebiasaan.

No comments :

Post a Comment